info@uinkhas-jember.ac.id 081336843006

Tindak Lanjut Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Prodi TBI: Memantapkan OBE, Kearifan Lokal, dan Profil Lulusan

Home >Berita >Tindak Lanjut Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Prodi TBI: Memantapkan OBE, Kearifan Lokal, dan Profil Lulusan
Diposting : Minggu, 16 Nov 2025, 06:29:36 | Dilihat : 80 kali
Tindak Lanjut Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Prodi TBI: Memantapkan OBE, Kearifan Lokal, dan Profil Lulusan


Jember, 13–16 November 2025 — Dalam upaya memperkuat kualitas akademik dan menghasilkan lulusan berdaya saing tinggi, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember menyelenggarakan kegiatan Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Program Studi selama empat hari, yang berlangsung dari 13 hingga 16 November 2025 di Hall Ciptaningati Culture Hotel, Kota Batu, Jawa Timur.

Acara pembukaan pada Kamis, 13 November, dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, Wakil Rektor I, serta Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., MM, yang membuka acara secara virtual melalui Zoom Meeting. Dalam sambutannya, Prof. Hepni menekankan tantangan Revolusi Digital yang menuntut kurikulum adaptif dan relevan, menyoroti perlunya resiliensi akademik agar lulusan FTIK, khususnya Tadris Bahasa Inggris (TBI), mampu bersaing sekaligus memberi kontribusi bermakna bagi masyarakat.

Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi prioritas strategis fakultas untuk mengevaluasi kesesuaian kurikulum dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja. “Kegiatan ini bertujuan merefleksikan relevansi kurikulum dengan kebutuhan mahasiswa. Kita ingin memastikan setiap lulusan TBI menjadi guru profesional yang siap menghadapi tantangan global,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Rektor I, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., menekankan perlunya integrasi kebijakan nasional, kurikulum berdampak, dan konsep kurikulum berbasis cinta dari Kementerian Agama, agar blueprint fakultas selaras dengan akreditasi internasional.

Hari Kedua: FGD Review Kurikulum Prodi TBI

Hari kedua, Jumat, 14 November 2025, difokuskan pada Focus Group Discussion (FGD) untuk TBI yang dimulai pukul 08.00 WIB. Sesi ini menghadirkan tiga pakar kurikulum: Dr. Zeiburhanus Saleh, S.S., M.Pd. (Kepala Pusat Kurikulum), Dr. H. Moh. Sahlan, M.Ag., dan Dr. H. Bahris Salim, M.Ag.

Dr. Zeiburhanus membuka sesi dengan pemaparan mendalam mengenai Outcome-Based Education (OBE) berbasis SISTER (Sistem Informasi Terintegrasi). Ia menekankan beberapa poin penting, di antaranya:

  • PLP sebagai Mata Kuliah Akhir: Mahasiswa akan menempuh Pengenalan Lapangan Pendidikan (PLP) pada semester 8, sehingga semua mata kuliah prasyarat harus selesai sebelumnya.

  • Bobot SKS Microteaching: Banyak mata kuliah Microteaching belum sesuai bobot ideal 3 SKS. Koordinator Prodi diminta mengawasi agar sintaks pembelajaran dipraktikkan mahasiswa secara benar.

  • Transparansi Data: Kartu Hasil Studi (KHS) akan menampilkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), sehingga seluruh monitoring, evaluasi dosen, dan tracer study terintegrasi.

  • Tugas Koordinator Prodi: Koordinator prodi diminta segera melengkapi semua data di SISTER dan memfasilitasi pengelompokan dosen sesuai bidang keahlian.

Dr. H. Moh. Sahlan kemudian membahas Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK). Ia menekankan bahwa dosen pengampu adalah pihak paling kompeten dalam menetapkan target capaian, sekaligus menyoroti beban tugas mahasiswa semester awal yang terlalu berat, sehingga kurang efektif untuk pengembangan kompetensi.

Melanjutkan, Dr. H. Bahris Salim menekankan konsistensi antara written curriculum (kurikulum tertulis) dan actual curriculum (kurikulum yang terimplementasi). Ia menekankan agar distribusi mata kuliah dan beban SKS ditinjau ulang, memastikan mahasiswa tidak menempuh PLP sebelum menyelesaikan mata kuliah prasyarat. Ia juga menyoroti pentingnya memilih Kata Kerja Operasional yang tepat untuk menjabarkan kemampuan esensial yang harus dikuasai mahasiswa.

Tim Prodi TBI Siap Menyusun Kurikulum

FGD berlangsung interaktif dengan kehadiran penuh tim Prodi TBI: Dewi Nurul Qomariyah, S.S., M.Pd. selaku Koordinator Prodi, Zahratul Maujudah, M.Pd. selaku Staf Prodi, dan dua dosen TBI yakni Dr. Mega Fariziah Humairoh, M.Pd. serta Dr. Ninuk Indrayani, M.Pd. Keempatnya aktif berdiskusi, menanggapi masukan reviewer, dan memastikan revisi kurikulum selaras dengan visi fakultas. Bu Dewi menekankan pentingnya integrasi kearifan lokal dalam semua mata kuliah, memastikan lulusan TBI kompeten dalam pengajaran bahasa Inggris sekaligus peka terhadap budaya dan praktik sosial masyarakat Jember.

Aspek Kunci Kurikulum

Selama empat hari, proses pengembangan kurikulum TBI menekankan beberapa aspek penting:

  • Integrasi kearifan lokal: Nilai sosial-budaya Jember harus tercermin dalam capaian pembelajaran dan materi ajar.

  • Keseragaman dokumen: Struktur, dasar hukum, dan format kurikulum diseragamkan sesuai standar universitas.

  • Data tracer study: Data alumni dioptimalkan agar mencerminkan relevansi pekerjaan dengan keahlian TBI.

  • Keseimbangan kompetensi lulusan: Kompetensi pedagogik bahasa Inggris ditekankan tanpa mengurangi aspek sosial dan kepribadian.

  • Implementasi MBKM dan PLP: Mata kuliah prasyarat diatur agar mahasiswa siap mengikuti PLP dan Asistensi Mengajar.

Dukungan Fakultas

Ketua Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa, Dr. Nuruddin, M.Pd.I, menegaskan bahwa penyusunan kurikulum bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari siklus peningkatan mutu akademik berkelanjutan. Dengan kolaborasi yang solid antara tim TBI, narasumber, dan pimpinan fakultas, TBI UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk terus menjadi prodi unggulan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada mutu, relevansi, dan karakter keislaman.

Editor: FRA

;