info@uinkhas-jember.ac.id 081336843006

Penandatanganan PERKIN 2026: Komitmen FTIK UIN KHAS Jember Dorong TBI Menuju Standar Unggul

Home >Berita >Penandatanganan PERKIN 2026: Komitmen FTIK UIN KHAS Jember Dorong TBI Menuju Standar Unggul
Diposting : Jumat, 20 Feb 2026, 16:02:28 | Dilihat : 21 kali
Penandatanganan PERKIN 2026: Komitmen FTIK UIN KHAS Jember Dorong TBI Menuju Standar Unggul


Sebagai bagian dari ikhtiar strategis menuju institusi yang semakin kompetitif, pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menegaskan komitmennya melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 bersama Rektor UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Penandatanganan tersebut dilaksanakan dalam forum resmi Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) yang berlangsung di Harris Hotel & Conventions Bundaran Satelit Surabaya pada Jumat (06/02).

Agenda ini bukan sekadar seremoni administratif, melainkan penegasan arah kebijakan dan tanggung jawab institusional untuk satu tahun mendatang. Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pimpinan universitas, mulai dari Rektor, para Wakil Rektor, Kepala Biro AUPK, hingga Ketua Senat, yang turut menyaksikan sekaligus mengawal komitmen capaian strategis FTIK.

Arah Kebijakan 2026: Prodi Bergerak, Mutu Meningkat

Dalam peta jalan 2026, FTIK tidak hanya berbicara pada level fakultas, tetapi juga memperkuat basis keprodian. Bagi Tadris Bahasa Inggris (TBI), momentum ini menjadi ruang konsolidasi untuk mempertegas positioning sebagai prodi yang adaptif terhadap globalisasi pendidikan dan perkembangan teknologi pembelajaran.

Secara umum, FTIK menargetkan peningkatan mutu melalui re-akreditasi sejumlah program studi menuju predikat UNGGUL dari LAMDIK, pembukaan program studi baru, serta implementasi Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada beberapa prodi. Dalam konteks TBI, semangat ini diterjemahkan dalam penguatan kurikulum berbasis kebutuhan global, optimalisasi pembelajaran bilingual, serta kesiapan menuju rekognisi yang lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Dari sisi fasilitas, transformasi ruang kelas menjadi Smart-Class menjadi agenda prioritas. Seluruh ruang pembelajaran akan dilengkapi fasilitas representatif, termasuk AC dan Smart TV, sebagai dukungan terhadap model pembelajaran interaktif dan berbasis teknologi. Bagi TBI, penguatan ini sejalan dengan pembelajaran berbasis English-medium instruction yang semakin relevan dalam membentuk kompetensi mahasiswa di ranah global.

SDM Unggul dan Ekosistem Akademik Progresif

Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama. Target penambahan Guru Besar, peningkatan jumlah dosen bergelar doktor, serta optimalisasi sertifikasi pendidik menunjukkan keseriusan FTIK dalam membangun kultur akademik yang kuat. Bagi TBI, peningkatan kualifikasi dosen menjadi fondasi penting untuk memperluas riset linguistik, pendidikan bahasa, dan inovasi pedagogis berbasis teknologi.

Ekosistem riset juga diperkuat melalui skema penelitian kolaboratif dosen dan mahasiswa serta dorongan publikasi bereputasi. Upaya ini membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa TBI untuk terlibat dalam penelitian pendidikan bahasa Inggris yang kontekstual dan berdampak.

Di bidang kemahasiswaan, target peningkatan prestasi hingga 12% menjadi tantangan sekaligus peluang. Program Asistensi Mengajar ke luar negeri seperti Thailand dan Malaysia turut memperluas eksposur internasional mahasiswa, termasuk mahasiswa TBI yang memiliki kompetensi bahasa dan pedagogik sebagai modal utama.

Komitmen Bersama Menuju 2026

Dekan FTIK menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian kinerja ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus profesional untuk memastikan setiap target benar-benar terimplementasi. Menurutnya, capaian yang dirancang bukan sekadar indikator administratif, melainkan pijakan nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Bagi Tadris Bahasa Inggris, tahun 2026 menjadi momentum untuk mempertegas identitas sebagai prodi yang tidak hanya menghasilkan lulusan kompeten secara linguistik, tetapi juga adaptif, reflektif, dan siap bersaing di level global.

Kegiatan ditutup dengan koordinasi teknis lintas unit guna memastikan seluruh program berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan. Dengan sinergi antarunit dan penguatan keprodian, FTIK, termasuk TBI, menapaki tahun 2026 dengan visi yang lebih terarah dan langkah yang semakin strategis.

-FRA-

;