info@uinkhas-jember.ac.id 081336843006

Mendikdasmen Umumkan Kebijakan Baru di TEFLIN 2025: Bahasa Inggris Wajib Mulai 2027/2028

Home >Berita >Mendikdasmen Umumkan Kebijakan Baru di TEFLIN 2025: Bahasa Inggris Wajib Mulai 2027/2028
Diposting : Sabtu, 18 Oct 2025, 01:53:46 | Dilihat : 42 kali
Mendikdasmen Umumkan Kebijakan Baru di TEFLIN 2025: Bahasa Inggris Wajib Mulai 2027/2028


Malang (9/10/2025) – Ajang The 71st TEFLIN International Conference yang digelar di Universitas Brawijaya, Malang, bukan hanya menjadi pertemuan akademik tahunan bagi para pendidik Bahasa Inggris, tetapi juga momentum penting bagi dunia pendidikan nasional. Dalam forum tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengumumkan kebijakan baru yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan mulai tahun ajaran 2027/2028.

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025, sebagai bagian dari implementasi Peta Jalan Pendidikan Nasional 2025–2045. Langkah ini menandai babak baru dalam transformasi pendidikan Indonesia menuju penguatan daya saing global melalui penguasaan bahasa asing dan literasi digital.

“Bahasa Inggris akan menjadi mata pelajaran wajib mulai tahun ajaran 2027/2028. Ini adalah langkah konkret untuk menyiapkan profil lulusan yang produktif dan kompetitif secara global,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya di hadapan para pendidik dan akademisi dari berbagai negara.

Dalam penjelasannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa penguasaan bahasa asing, khususnya Bahasa Inggris, merupakan instrumen penting untuk membuka akses global di era digital dan kecerdasan buatan. Ia menambahkan bahwa teknologi memang mempercepat proses pembelajaran, namun tidak dapat menggantikan peran guru. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris menjadi salah satu prioritas utama dalam kebijakan baru ini.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, tengah menyiapkan Program Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar dalam Mengajar Bahasa Inggris (PKGSD MBI). Program ini menargetkan guru SD mencapai kemampuan bahasa Inggris setara CEFR level A2, dengan fasilitator nasional minimal B1+.

Pelatihan tersebut akan menggunakan pendekatan mindful, joyful, dan meaningful learning, serta diintegrasikan dalam Learning Management System (LMS) untuk mendukung pembelajaran digital berkelanjutan.

Kebijakan penguatan Bahasa Inggris ini juga selaras dengan arah pendidikan berbasis deep learning, yang mengintegrasikan literasi digital dan kecerdasan buatan. Dalam kurikulum baru, mata pelajaran coding dan artificial intelligence (AI) akan menjadi pelajaran opsional yang dapat dikolaborasikan dengan Bahasa Inggris, guna menumbuhkan keterampilan abad ke-21 yang adaptif dan kreatif.

Dengan tema besar “Reimagining English Language Education in the Age of AI and Digital Transformation: Integrating Inclusive Education and Cultural Diversity”, forum TEFLIN 2025 menjadi wadah penting bagi pendidik dan akademisi untuk menyongsong arah baru pendidikan Bahasa Inggris di Indonesia.

Kebijakan ini disambut antusias oleh para peserta konferensi yang menilai langkah tersebut sebagai terobosan strategis dalam membentuk generasi muda yang siap bersaing di ranah global.

;