Dosen TBI Perkuat Tradisi Akademik melalui Workshop Critical Discourse Analysis
Dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan kapasitas keilmuan. Hal ini terlihat dari keikutsertaan aktif dan dominan mereka dalam Workshop Critical Discourse Analysis (CDA) yang diselenggarakan oleh UPT Pengembangan Bahasa (UPB) UIN KHAS Jember. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penguatan tradisi akademik dan riset kritis di lingkungan kampus.
Workshop ini diinisiasi sebagai bentuk kolaborasi strategis antara UPB dan para dosen lintas program studi, dengan fokus memperkenalkan pendekatan Critical Discourse Analysis sebagai alat analisis kebahasaan yang mampu membongkar relasi antara bahasa, kekuasaan, dan ideologi. Dalam konteks pendidikan bahasa, CDA menjadi salah satu pendekatan penting untuk memperkaya perspektif riset dan mengembangkan pengajaran yang lebih reflektif serta kritis.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah dosen dari berbagai program studi, namun dosen Tadris Bahasa Inggris tampil sebagai peserta terbanyak dan paling aktif dalam diskusi. Partisipasi dominan ini memperlihatkan keseriusan TBI dalam memperluas cakrawala keilmuan, terutama dalam bidang linguistik terapan dan analisis wacana. Dosen TBI tidak hanya hadir sebagai peserta pasif, tetapi juga memberikan kontribusi pemikiran kritis selama sesi tanya jawab dan diskusi kelompok.
Kepala UPT Pengembangan Bahasa, Dra. Sofkhatin Khumaidah, M.Ed., Ph.D., menyampaikan apresiasi terhadap semangat dosen TBI. “Kami sangat bangga melihat dosen TBI hadir dengan antusias dan aktif terlibat dalam setiap sesi. Ini menunjukkan bahwa TBI memiliki budaya akademik yang kuat dan terus berkembang,” ujarnya.
Workshop ini menghadirkan pemateri ahli dalam bidang analisis wacana kritis, yang memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai pendekatan CDA seperti model Norman Fairclough, Teun van Dijk, dan Ruth Wodak. Para peserta diajak untuk mengaplikasikan teori-teori tersebut dalam menganalisis teks media, wacana pendidikan, dan fenomena sosial yang relevan dengan konteks Indonesia. Dosen TBI menunjukkan keunggulannya dalam menghubungkan teori dengan praktik melalui berbagai contoh analisis yang tajam dan aplikatif.
Koordinator Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Dewi Nurul Qomariyah, S.S., M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. “Kami mendorong seluruh dosen TBI untuk terus aktif dalam pelatihan dan workshop seperti ini. Critical Discourse Analysis merupakan pendekatan penting yang tidak hanya memperkaya riset dosen, tetapi juga bisa diterapkan dalam pengajaran untuk membentuk mahasiswa yang kritis terhadap wacana di sekitarnya,” tutur beliau.
Selain memperkuat wawasan teoritis, workshop ini juga membuka peluang kolaborasi penelitian lintas bidang. Banyak dosen TBI yang menginisiasi ide-ide penelitian kolaboratif setelah mengikuti sesi diskusi, terutama yang berkaitan dengan analisis wacana media, pendidikan, dan budaya.
Dengan dominasi keikutsertaan dosen TBI dalam kegiatan ini, Prodi Tadris Bahasa Inggris membuktikan peran strategisnya dalam mengembangkan tradisi keilmuan di lingkungan UIN KHAS Jember. Partisipasi aktif ini menjadi indikator bahwa TBI tidak hanya fokus pada pengajaran di kelas, tetapi juga pada penguatan kompetensi riset dan analisis kritis sebagai bagian dari tanggung jawab akademik.
Melalui workshop ini, TBI semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu program studi yang adaptif, progresif, dan berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Kolaborasi antara dosen TBI dan UPT Pengembangan Bahasa diharapkan dapat terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan akademik lainnya untuk menciptakan atmosfer ilmiah yang dinamis di kampus.




