info@uinkhas-jember.ac.id 081336843006

Dari Kelas hingga Budaya: Pengalaman Minhuril Aini Mengajar di Thailand Selatan

Home >Berita >Dari Kelas hingga Budaya: Pengalaman Minhuril Aini Mengajar di Thailand Selatan
Diposting : Senin, 20 Oct 2025, 22:51:39 | Dilihat : 45 kali
Dari Kelas hingga Budaya: Pengalaman Minhuril Aini Mengajar di Thailand Selatan


Narathiwat, Thailand (2025) – Semangat untuk mengeksplorasi dunia dan menimba pengalaman lintas budaya menjadi alasan utama Minhuril Aini, mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, bergabung dalam Program Asistensi Mengajar (ASJAR) di Phitakvittaya Kumung School, Kecamatan Chanae, Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan.

Riril, begitu ia akrab disapa, mengaku bahwa keinginannya untuk keluar dari zona nyaman menjadi dorongan kuat mengikuti program ini. “Saya suka eksplorasi. Bisa pergi ke luar negeri dan berinteraksi langsung dengan siswa-siswa di Thailand adalah pengalaman yang sangat berharga,” ungkapnya dengan senyum hangat.

Selama di Thailand, Riril mengajar di tingkat SD dan SMP, dan sering kali menggantikan guru lain ketika dibutuhkan. Ia mengampu pelajaran ilmu sosial dalam Bahasa Inggris, sebuah tantangan tersendiri yang menuntut kreativitas dan kesabaran.

“Saya ingin anak-anak di sana terbiasa mendengar Bahasa Inggris dalam konteks yang nyata. Jadi saya mencoba menjelaskan pelajaran sosial dengan bahasa yang sederhana dan menarik,” ceritanya.

Tantangan terbesar baginya bukan hanya soal bahasa, tetapi juga jadwal kegiatan yang padat. Dengan sistem sekolah full day, waktu untuk mengerjakan proposal penelitian hampir tidak ada. “Saya pikir akan punya waktu di sore hari, tapi ternyata hampir setiap hari penuh kegiatan. Bahkan Sabtu dan Minggu sering diajak jalan-jalan oleh warga sekolah karena mereka begitu ramah,” ujarnya sambil tertawa.

Meski melelahkan, pengalaman itu justru membentuk karakter Riril sebagai calon pendidik yang tangguh dan adaptif. Ia belajar langsung bagaimana pendidikan, budaya, dan keramahan masyarakat Thailand berpadu dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam refleksinya, Riril memberikan pesan untuk generasi berikutnya yang ingin mengikuti program ini.

“Sebelum berangkat, sebaiknya belajar Bahasa Thailand dulu. Saya lihat mahasiswa dari universitas lain, seperti UNEJ, sudah lebih siap secara bahasa. Itu membantu mereka beradaptasi dengan lebih cepat,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan kemandirian. “Kita harus siap belajar dan mengajar di lingkungan yang benar-benar berbeda. Tapi justru di situ letak pembelajarannya,” tambahnya.

Riril berharap agar program ASJAR dapat terus berlanjut dan berkembang, memberi kesempatan bagi lebih banyak mahasiswa UIN KHAS Jember untuk mengalami hal yang sama.

“Thailand mengajarkan saya banyak hal — tentang keberanian, keramahan, dan bagaimana ilmu bisa menjadi jembatan antarbudaya.”

Melalui perjalanan ini, Minhuril Aini membuktikan bahwa mengajar bukan hanya soal transfer ilmu, melainkan tentang menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, dan kebersamaan lintas budaya, nilai yang selaras dengan semangat Prodi Tadris Bahasa Inggris UIN KHAS Jember dalam mencetak pendidik yang global-minded dan berjiwa santri.

;