TBI UIN KHAS Jember Tinjau Ulang Kurikulum: Mantapkan Integrasi Kearifan Lokal dan Profil Lulusan
Jember (29/10/2025) --- Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember menyelenggarakan kegiatan Pendampingan dan Review Kurikulum selama empat hari berturut-turut, mulai Senin–Kamis, 27–30 Oktober 2025. Bertempat di Ruang Rapat Dekanat Lantai 6, kegiatan ini menjadi agenda strategis FTIK untuk memastikan seluruh program studi memiliki kurikulum yang relevan, adaptif, dan selaras dengan standar nasional pendidikan tinggi serta kebijakan Outcome Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Kegiatan review ini diikuti oleh seluruh ketua dan sekretaris program studi, tim pengembang kurikulum, serta jajaran pimpinan fakultas. Sepuluh program studi dalam naungan FTIK mendapatkan giliran review secara bergiliran, yaitu Tadris IPS, Tadris IPA, Tadris Matematika, Tadris Biologi, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Manajemen Pendidikan Islam, Pendidikan Islam Anak Usia Dini, dan Tadris Bahasa Inggris (TBI). Setiap sesi review berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan tiga reviewer utama: Dr. H. Moh. Sahlan, M.Ag., Dr. Zeiburhanus Sholeh, S.S., M.Pd., dan Dr. Bahris Salim, M.Ag.
TBI Menjadi Sorotan: Review Berlangsung pada 29 Oktober 2025
Dalam rangkaian besar tersebut, Prodi Tadris Bahasa Inggris (TBI) melaksanakan sesi review kurikulum pada Rabu, 29 Oktober 2025, mulai pukul 09.00–12.00 WIB di ruang yang sama. Sesi ini dipimpin oleh Ketua Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa, Dr. Nuruddin, M.Pd.I., dan dihadiri lengkap oleh unsur tim pengembang kurikulum TBI: Dewi Nurul Qomariyah, S.S., M.Pd. selaku Koordinator Prodi, Zahratul Maujudah, M.Pd. selaku Staf Prodi, Dr. Ninuk Indrayani, M.Pd. selaku perwakilan dosen TBI dan Febrina R. Agustina, M.Pd. selaku Unit Kendali Mutu Prodi. Diskusi berlangsung aktif, dialogis, dan penuh pertukaran gagasan konstruktif, menunjukkan keseriusan Prodi TBI dalam memutakhirkan kurikulumnya secara berkala.
Catatan Penting Reviewer: Integrasi Identitas, Keseragaman Dokumen, dan Penguatan Data
Tiga reviewer memberikan serangkaian evaluasi substantif yang merinci penguatan pada berbagai aspek kurikulum, baik pada elemen struktur maupun rasional akademik.
1. Integrasi Kearifan Lokal dan Identitas Keilmuan
Reviewer menegaskan perlunya penguatan local wisdom sebagai identitas khas UIN KHAS Jember. Nilai-nilai sosial, budaya, dan kearifan masyarakat Jember diharapkan tampak jelas dalam: visi-misi prodi, capaian pembelajaran lulusan (CPL), konten mata kuliah berbasis budaya lokal, serta praktik pembelajaran di lapangan. Menurut reviewer, kurikulum TBI harus mampu menampilkan karakter institusi yang memadukan keilmuan bahasa Inggris dengan konteks sosial-budaya daerah.
2. Keseragaman Dokumen antarprodi
Reviewer menyoroti bahwa seluruh prodi FTIK perlu memiliki keseragaman dalam: struktur dokumen kurikulum, dasar hukum dan rujukan regulasi, penyusunan profil lulusan, format matriks pembelajaran, serta alur logis antara CPL, bahan kajian, dan struktur mata kuliah. Penyelarasan ini penting agar kurikulum FTIK memiliki standar mutu yang sama kuatnya di semua prodi.
3. Penguatan Data Tracer Study
Reviewer meminta TBI untuk menghadirkan data tracer study yang lebih komprehensif, terutama dalam menunjukkan hubungan antara: pekerjaan alumni, relevansi kompetensi yang diperoleh, dan kebutuhan riil dunia kerja. Data ini akan menjadi dasar strategis untuk perbaikan kurikulum agar semakin responsif terhadap tuntutan profesi dan industri.
4. Keseimbangan Kompetensi Pedagogik, Linguistik, dan Soft Skills
Reviewer menekankan pentingnya harmoni antara kemampuan: pedagogik bahasa Inggris, kompetensi linguistik, karakter keislaman, keterampilan komunikasi, serta kompetensi abad ke-21 seperti kolaborasi, literasi digital, dan pemikiran kritis.
Pernyataan Reviewer FTIK: Sinergi, Keberlanjutan, dan Respons terhadap Tantangan Zaman
Selama empat hari review, reviewer menegaskan sejumlah isu fundamental:
Dr. H. Moh. Sahlan, M.Ag.
Menekankan pentingnya sinergi antara: visi universitas, kebutuhan masyarakat, dan kebijakan nasional. Menurutnya, kurikulum harus dikembangkan secara berkelanjutan agar mampu menjawab perubahan zaman dan tantangan global.
Dr. Zeiburhanus Sholeh, S.S., M.Pd.
Menyoroti aspek teknis, terutama: matriks capaian pembelajaran, keterhubungan CPL–mata kuliah–profil lulusan, inovasi metode asesmen, dan pendekatan pembelajaran yang kolaboratif. Ia menegaskan bahwa kurikulum tidak boleh berhenti pada pemenuhan regulasi, tetapi harus aplikatif.
Dr. Bahris Salim, M.Ag.
Melihat banyak peluang strategis bagi FTIK—termasuk TBI—untuk menjadi rujukan kurikulum berbasis integrasi ilmu dan nilai Islam. Temuan-temuan kelemahan justru menjadi ruang penguatan riset kurikulum, peningkatan kapasitas dosen, dan penyelarasan visi berbasis pengabdian masyarakat.
Tanggapan Prodi TBI: Penegasan Arah Akademik dan Penguatan Identitas Lokal–Global
Koordinator Prodi TBI, Dewi Nurul Qomariyah, S.S., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas seluruh masukan reviewer.
“Review ini menjadi ruang evaluasi penting bagi kami. Kurikulum TBI harus melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten dalam pengajaran bahasa Inggris, tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamika global. Integrasi nilai lokalitas dan perspektif global adalah kekuatan yang ingin terus kami bangun,” jelasnya.
Tim TBI menegaskan bahwa seluruh catatan reviewer akan ditindaklanjuti secara komprehensif dalam penyusunan kurikulum baru.
Komitmen Fakultas: Mutu, Kolaborasi, dan Keberlanjutan
Ketua Jurusan Pendidikan Islam dan Bahasa, Dr. Nuruddin, M.Pd.I, menutup sesi dengan menegaskan bahwa review kurikulum bukan hanya agenda administratif, tetapi bagian dari siklus peningkatan mutu akademik fakultas yang membutuhkan komitmen jangka panjang.
Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa FTIK akan terus memperkuat kolaborasi antarprodi dan meningkatkan kompetensi dosen agar pelaksanaan MBKM semakin optimal.
Wakil Dekan I, Dr. Khotibul Umam, M.A., menambahkan bahwa hasil review harus tercermin dalam implementasi pembelajaran, asesmen, dan manajemen akademik di setiap prodi.
Tindak Lanjut: Panel Kurikulum di Batu, 13–15 November 2025
Sebagai tindak lanjut konkret, FTIK akan melaksanakan Panel Kurikulum di Batu, Malang, pada 13–15 November 2025. Seluruh ketua dan sekretaris prodi, tim pengembang kurikulum, serta pimpinan fakultas diharapkan hadir untuk: memfinalisasi hasil review, mematangkan desain kurikulum, memperkuat integrasi OBE, MBKM, dan nilai-nilai Islam, serta memastikan kurikulum siap diterapkan di tahun akademik mendatang.
Penutup
Dengan kolaborasi solid antara reviewer, prodi, dan pimpinan fakultas, Tadris Bahasa Inggris UIN KHAS Jember menegaskan komitmennya untuk mengembangkan kurikulum yang: inovatif, adaptif, berbasis keilmuan, berakar pada kearifan lokal, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan dan industri bahasa Inggris. Agenda review ini menjadi bagian penting dari perjalanan panjang transformasi akademik FTIK UIN KHAS Jember menuju mutu dan daya saing yang lebih tinggi.
Editor: FRA




