Dari RAKERPIM ke Aksi Nyata: FTIK Tetapkan Target Kinerja 2026, TBI Siap Tancap Gas
Rapat Kerja Pimpinan (RAKERPIM) Tahun 2026 Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember resmi ditutup pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kalibaru Cottages Hotel Banyuwangi ini mencapai puncaknya melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja (Perkin) antara 11 Koordinator Program Studi (Koorprodi) dan Dekan FTIK, Dr. H. Abdul Mu’is, S.Ag., M.Si.
Prosesi yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam mewujudkan tata kelola kelembagaan yang efektif, transparan, dan akuntabel. Dokumen Perkin yang disepakati merupakan turunan langsung dari perjanjian kinerja antara Dekan dan Rektor, sekaligus merefleksikan arah kebijakan strategis universitas melalui Dasacita dan Renstra UIN KHAS Jember.
Komitmen Strategis Menuju Kinerja Unggul
Melalui Perjanjian Kinerja tersebut, para Koorprodi menyepakati berbagai target yang terangkum dalam Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) untuk tahun 2026. Beberapa fokus utama yang menjadi perhatian meliputi peningkatan jumlah mahasiswa baru minimal 3%, serta pemeliharaan mutu akreditasi dengan pemenuhan sekurang-kurangnya 90% dokumen pendukung borang.
Selain itu, kesesuaian lulusan dengan kebutuhan dunia kerja juga menjadi prioritas, dengan target minimal 70% lulusan terserap dalam waktu enam bulan setelah kelulusan. Dari sisi sumber daya manusia, ditargetkan 60% dosen aktif mengikuti program pengembangan kompetensi seperti pelatihan dan sertifikasi.
Upaya internasionalisasi juga diperkuat melalui peningkatan kegiatan akademik global, seperti guest lecture internasional dan publikasi pada jurnal bereputasi. Tidak kalah penting, hilirisasi riset dan implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) didorong melalui minimal dua kerja sama aktif yang menghasilkan kegiatan konkret setiap tahunnya.
Di sisi lain, penguatan karakter dan inklusivitas tetap menjadi perhatian, terutama melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) serta penyediaan standar operasional prosedur (SOP) untuk melindungi mahasiswa dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.
Peran Strategis Prodi TBI
Sebagai bagian dari FTIK, Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) turut mengemban tanggung jawab dalam merealisasikan seluruh indikator kinerja tersebut. Dalam konteks peningkatan animo mahasiswa, TBI memiliki peluang besar melalui penguatan branding akademik dan pemanfaatan platform digital sebagai media promosi yang efektif.
Di bidang akademik, TBI juga dapat berkontribusi signifikan dalam mendukung internasionalisasi melalui penyelenggaraan guest lecture dengan narasumber internasional, serta mendorong dosen untuk aktif mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi global. Hal ini sejalan dengan karakter keilmuan TBI yang berbasis pada bahasa dan komunikasi lintas budaya.
Selain itu, keterlibatan TBI dalam program MBKM dapat diperluas melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan, industri kreatif, maupun lembaga internasional yang relevan dengan bidang bahasa dan pendidikan. Dengan demikian, lulusan TBI diharapkan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja.
Sinergi untuk Masa Depan
Dalam sambutan penutupnya, Dekan FTIK menegaskan bahwa pencapaian target kinerja bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, melainkan hasil dari sinergi seluruh elemen fakultas. Evaluasi berkala akan dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus dasar dalam pemberian apresiasi maupun sanksi.
“Perjanjian ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi menjadi panduan kerja bersama untuk memastikan FTIK terus berkontribusi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas,” tegasnya.
Dengan berakhirnya RAKERPIM 2026, seluruh pimpinan FTIK, termasuk Program Studi Tadris Bahasa Inggris, diharapkan mampu mengimplementasikan program-program strategis secara optimal demi peningkatan mutu layanan akademik dan kemajuan institusi secara berkelanjutan.
-FRA-



