info@uinkhas-jember.ac.id 081336843006

Semarak Hari Santri Nasional 2025: Dosen dan Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris Hidupkan Semangat Santri di Kampus UIN KHAS Jember

Home >Berita >Semarak Hari Santri Nasional 2025: Dosen dan Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris Hidupkan Semangat Santri di Kampus UIN KHAS Jember
Diposting : Senin, 20 Oct 2025, 19:53:47 | Dilihat : 76 kali
Semarak Hari Santri Nasional 2025: Dosen dan Mahasiswa Tadris Bahasa Inggris Hidupkan Semangat Santri di Kampus UIN KHAS Jember


Jember (20 Oktober 2025)– Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2025, seluruh sivitas akademika Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, termasuk Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), turut memeriahkan kegiatan dengan mengenakan sarung selama lima hari berturut-turut, mulai Senin, 20 Oktober hingga Jumat, 24 Oktober 2025.

Tradisi mengenakan sarung ini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai pesantren yang menjadi fondasi lahirnya UIN KHAS Jember. Lebih dari sekadar seragam, sarung mencerminkan identitas kultural santri, kesederhanaan, keilmuan, dan semangat pengabdian.

Rektor UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Hefni Zain, S.Ag., M.M., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah seremoni semata, tetapi bentuk penguatan karakter dan spiritualitas sivitas akademika.

“Dengan mengenakan sarung selama lima hari ini, kita ingin menghidupkan kembali roh santri dalam kampus kita—semangat menuntut ilmu, ikhlas dalam pengabdian, dan rendah hati dalam prestasi,” ujar Prof. Hefni.

Di lingkungan Prodi Tadris Bahasa Inggris, kegiatan ini disambut dengan antusias oleh dosen dan mahasiswa. Sejak hari pertama, para dosen TBI terlihat mengenakan sarung dan berinteraksi hangat dengan mahasiswa di ruang-ruang kuliah, menciptakan suasana kampus yang akrab, teduh, dan penuh makna.

Koordinator Prodi Tadris Bahasa Inggris, Dewi Nurul Qomariyah, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa semangat santri sangat relevan dengan visi Prodi TBI yang menekankan akhlak, intelektualitas, dan profesionalitas dalam pengajaran bahasa Inggris.

“Spirit santri bukan hanya tentang pakaian, tapi tentang cara berpikir dan bersikap. Nilai-nilai seperti disiplin, tawadhu’, dan cinta ilmu adalah fondasi penting dalam mencetak calon pendidik yang berkarakter,” ujarnya.

Selama pekan Hari Santri, kampus UIN KHAS Jember juga menggelar berbagai kegiatan, mulai dari peluncuran film bertema kepesantrenan, seminar internasional, hingga pameran budaya santri. Sivitas TBI turut berpartisipasi aktif, baik sebagai peserta maupun panitia pendukung acara, menunjukkan komitmen mereka untuk mengintegrasikan nilai-nilai lokal dan spiritual ke dalam dunia akademik global.

Dari pantauan di lapangan, suasana kampus tampak semarak dan penuh kehangatan. Mahasiswa TBI mengenakan sarung dengan beragam motif, menciptakan harmoni visual yang menegaskan kekayaan budaya pesantren di tengah dinamika kampus modern.

Prof. Hefni menutup kegiatan dengan harapan agar nilai-nilai pesantren, kejujuran, kesederhanaan, dan semangat keilmuan, terus hidup di setiap lini kehidupan kampus. “Sarung boleh dilepas, tapi semangat santri harus tetap melekat,” tuturnya.

Melalui perayaan ini, Prodi Tadris Bahasa Inggris UIN KHAS Jember menegaskan kembali jati dirinya sebagai bagian dari universitas berbasis nilai pesantren yang mampu menggabungkan tradisi keislaman, keilmuan, dan kemodernan, membentuk pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter dan berakhlak.

;