Jember, 27 September 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, kembali sukses menyelenggarakan kegiatan ESA FEST 2025 dengan salah satu rangkaian utamanya, yaitu Lomba Story Telling. Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah perwakilan mahasiswa dari angkatan 2024 dan 2025 yang hadir dengan penuh semangat untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan berbahasa Inggris mereka.
Story Telling Contest ini bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa dalam menyampaikan cerita berbahasa Inggris dengan penuh ekspresi, intonasi, dan penghayatan. Selain sebagai ajang kompetisi, lomba ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian tampil di depan publik, serta kemampuan mengolah cerita agar menarik dan komunikatif.
Acara yang dilaksanakan pada Sabtu, 27 September 2025, berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Peserta tampil dengan berbagai kisah inspiratif yang diangkat dari cerita rakyat, kisah motivasi, hingga dongeng dengan sentuhan modern. Kreativitas mahasiswa terlihat jelas dalam cara mereka memadukan narasi, ekspresi wajah, hingga bahasa tubuh yang membuat audiens terhanyut dalam alur cerita.
Dukungan dari sesama mahasiswa menambah semangat peserta dalam menampilkan yang terbaik. Tidak hanya sekadar lomba, acara ini juga menjadi ruang kebersamaan dan apresiasi antar mahasiswa, sehingga nuansa akademis berpadu dengan suasana kekeluargaan.
Lomba Story Telling ESA FEST 2025 menghadirkan dua juri yang kompeten di bidangnya, yakni Zahratul Maujudatul M., M.Pd., dosen Bahasa Inggris Prodi Tadris Bahasa Inggris, serta Zilla Zainatin Arifah, demisioner HMPS TBI yang telah berpengalaman dalam kegiatan serupa. Kehadiran keduanya menambah kualitas penilaian karena menggabungkan perspektif akademis dan pengalaman praktis dalam organisasi mahasiswa.
Dalam penilaian, kedua juri memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kefasihan berbahasa, ekspresi, penguasaan cerita, intonasi suara, hingga kemampuan membangun interaksi dengan audiens. Zahratul Maujudatul menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri. “Story telling bukan hanya soal menyampaikan cerita, tetapi bagaimana cerita itu hidup di hadapan pendengar. Saya melihat banyak peserta yang mampu menjiwai perannya dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Zilla Zainatin Arifah menyampaikan apresiasi atas semangat generasi baru TBI yang tampil percaya diri. Menurutnya, kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk melatih soft skill mahasiswa. “Saya sangat bangga melihat antusiasme adik-adik angkatan baru. Mereka berani tampil, berani bersuara, dan itu adalah modal penting dalam perjalanan akademik maupun profesional,” jelasnya.
Sebagai penyelenggara, HMPS Tadris Bahasa Inggris menyampaikan bahwa Lomba Story Telling ini merupakan bagian dari komitmen untuk menyediakan ruang pengembangan diri bagi mahasiswa. ESA FEST bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan bahasa, kreativitas, serta rasa percaya diri di hadapan audiens.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa Tadris Bahasa Inggris semakin mampu mengekspresikan diri dengan baik, menguasai bahasa Inggris secara komunikatif, serta siap menghadapi tantangan global. HMPS TBI berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan yang mendukung peningkatan kualitas akademik sekaligus kepribadian mahasiswa.
ESA FEST 2025 membuktikan bahwa Prodi Tadris Bahasa Inggris tidak hanya fokus pada teori di kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk tampil, berkarya, dan berkompetisi. Antusiasme peserta serta dukungan dari dosen dan alumni menjadi bukti bahwa sinergi antar elemen sivitas akademika terus hidup dan berkembang.
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, kegiatan seperti Story Telling Contest ini diharapkan akan terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang, sebagai tradisi akademik yang memperkuat identitas Tadris Bahasa Inggris UIN KHAS Jember sebagai program studi yang unggul, kreatif, dan berdaya saing.