Jember, 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember, kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dan bakat mahasiswa melalui kegiatan Speech Contest ESA FEST 2025. Acara ini berhasil menarik antusiasme mahasiswa, khususnya dari angkatan 2024 dan 2025, yang hadir sebagai peserta sekaligus pendukung dalam perlombaan.
Lomba yang digelar di bawah naungan HMPS Tadris Bahasa Inggris ini bertujuan untuk mengasah keterampilan berbicara mahasiswa dalam bahasa Inggris, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan public speaking yang menjadi salah satu kompetensi penting dalam dunia akademik maupun profesional.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat. Para peserta tampil satu per satu membawakan pidato berbahasa Inggris dengan berbagai tema inspiratif, mulai dari isu pendidikan, perkembangan teknologi, hingga peran generasi muda dalam membangun masa depan. Keberagaman tema yang diangkat menunjukkan kreativitas sekaligus kepedulian mahasiswa terhadap isu-isu global yang relevan.
Peserta angkatan 2024 dan 2025 tampak mempersiapkan diri dengan baik. Beberapa tampil dengan gaya formal dan penuh wibawa, sementara yang lain menonjolkan pendekatan persuasif dan retorika yang membangkitkan semangat audiens. Sorak sorai dukungan dari teman-teman seangkatan menambah suasana kompetisi semakin meriah, tanpa mengurangi nuansa akademis yang menjadi ruh utama acara ini.
Lomba Speech Contest ESA FEST tahun ini dinilai oleh dua juri berpengalaman, yakni Ihyak Mustofa, S.S., M.Li., salah satu dosen Bahasa Inggris Prodi Tadris Bahasa Inggris, serta Irma Rafika Pebriana, S.Pd., alumni Tadris Bahasa Inggris yang kini aktif dalam berbagai kegiatan pendidikan. Kehadiran kedua juri tersebut memberikan warna tersendiri dalam proses penilaian, karena keduanya tidak hanya menilai dari aspek akademik, tetapi juga dari sisi praktis dan pengalaman nyata di lapangan.
Dalam keterangannya, Ihyak Mustofa menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang tampil dengan penuh percaya diri. Beliau menekankan pentingnya kegiatan seperti ini untuk melatih keterampilan berbicara di depan publik. “Speech contest bukan hanya tentang kemampuan bahasa, tetapi juga tentang bagaimana peserta mampu menyampaikan pesan, membangun komunikasi yang efektif, dan meninggalkan kesan bagi audiens,” ujarnya.
Sementara itu, Irma Rafika Pebriana menambahkan bahwa pengalaman mengikuti lomba ini akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa. “Kompetisi semacam ini adalah kesempatan untuk mengasah diri. Saya melihat banyak potensi besar dari mahasiswa angkatan baru, dan ini sangat membanggakan sebagai seorang alumni,” ungkapnya.
HMPS Tadris Bahasa Inggris sebagai penyelenggara menyampaikan bahwa ESA FEST bukan hanya sekadar ajang lomba, tetapi juga langkah nyata untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa semakin berani, percaya diri, dan mampu bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.
Kegiatan ESA FEST 2025 membuktikan bahwa mahasiswa Tadris Bahasa Inggris memiliki potensi luar biasa dalam menguasai keterampilan berbicara di depan publik. Antusiasme peserta dan dukungan penuh dari dosen serta alumni menunjukkan bahwa sinergi antara sivitas akademika dan alumni dapat menghadirkan kegiatan yang inspiratif dan bermanfaat.
Dengan semangat baru dari generasi muda, diharapkan kegiatan serupa akan terus berlanjut dan berkembang. ESA FEST menjadi bukti nyata bahwa Prodi Tadris Bahasa Inggris tidak hanya fokus pada penguasaan teori, tetapi juga mengasah soft skill mahasiswa sebagai bekal menghadapi tantangan global