Jember, 21 Juli 2026 – Sebanyak 67 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK), Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, resmi menyelesaikan tahap akademik sarjana dalam Yudisium ke-40 FTIK. Prosesi yang berlangsung di Nirwana Hall, Hotel Bandung Permai, Jember, pada Selasa (21/7/2026) tersebut menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan para lulusan dalam mengembangkan kompetensi di dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Dalam yudisium kali ini, mahasiswa Tadris Bahasa Inggris mencatatkan capaian akademik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi sebesar 3,67 dan IPK terendah 3,25. Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik para lulusan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, pengetahuan kependidikan, serta keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di bidang pendidikan dan profesi lainnya.
Yudisium ke-40 FTIK UIN KHAS Jember secara keseluruhan diikuti oleh 758 peserta dari 10 program studi. Selain Tadris Bahasa Inggris, peserta berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Matematika, Tadris Biologi, Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyampaian laporan akademik oleh Wakil Dekan I FTIK UIN KHAS Jember, Dr. H. Khotibul Umam, M.A. Laporan tersebut memuat rekapitulasi kelulusan dari seluruh program studi sebagai gambaran capaian akademik mahasiswa FTIK pada periode yudisium kali ini.
Selanjutnya, Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Prof. Dr. H. Abdul Mu'is, S.Ag., M.Si., menyampaikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Dalam arahannya, beliau mengucapkan selamat kepada seluruh peserta dan mengingatkan pentingnya membangun hubungan yang baik, memperluas jejaring, serta saling mendukung dalam perjalanan menuju kesuksesan.
Melalui filosofi beras yang menjadi bersih karena saling bersentuhan, beliau menggambarkan bahwa keberhasilan seseorang tidak terlepas dari peran dan dukungan orang lain. Para lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga mampu membantu dan merangkul sesama agar dapat berkembang bersama.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi lulusan Tadris Bahasa Inggris yang akan memasuki lingkungan profesional dengan kebutuhan komunikasi dan kolaborasi yang semakin luas. Kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya berperan dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk membangun jejaring akademik, mengakses informasi global, dan membuka peluang pengembangan karier.
Dekan FTIK juga menguraikan sejumlah pilihan yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, mulai dari membangun kehidupan keluarga, memasuki dunia kerja secara profesional, hingga melanjutkan studi ke jenjang magister. Beliau mendorong para lulusan untuk terus mengembangkan kemampuan diri dan aktif mencari kesempatan beasiswa, dengan menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai salah satu modal untuk meraih peluang pendidikan yang lebih luas.
Bagi lulusan Tadris Bahasa Inggris, pesan tersebut menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kompetensi kebahasaan dan profesionalisme, baik bagi mereka yang ingin berkarier sebagai pendidik maupun yang berencana melanjutkan pendidikan. Kelulusan sarjana, menurut pesan yang disampaikan dalam sambutan tersebut, bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk terus bertumbuh dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Abdul Mu'is mengingatkan pentingnya menyeimbangkan ilmu dan iman dalam menjalani kehidupan. Dengan merujuk pada Kitab Minhajul Abidin serta Surah Al-Kahfi ayat 109, beliau menegaskan bahwa ilmu memiliki cakupan yang sangat luas sehingga para lulusan tidak seharusnya cepat merasa cukup dengan pencapaian akademik yang telah diraih. Semangat belajar sepanjang hayat perlu terus dijaga agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium oleh Kepala Bagian Tata Usaha FTIK, Moh. Zainuri, S.E., sekaligus pengumuman peserta dengan capaian terbaik berdasarkan kategori IPK tertinggi dan masa studi tercepat di tingkat fakultas.
Pada kategori IPK tertinggi tingkat fakultas, penghargaan diberikan kepada M. Hiqmal Laily Maulana dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dengan IPK 3,92. Sementara itu, kategori masa studi tercepat diraih oleh Washilatul Bariroh dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), yang menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 6 bulan 15 hari dengan IPK 3,74.
Bagi Program Studi Tadris Bahasa Inggris, kelulusan 67 mahasiswa ini menjadi bagian dari kontribusi program studi dalam menghasilkan lulusan di bidang pendidikan bahasa Inggris. Dengan bekal akademik yang telah diperoleh, para lulusan diharapkan mampu mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan, beradaptasi dengan kebutuhan dunia profesional, serta mengambil peran dalam pendidikan dan masyarakat.
Momentum yudisium ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan sarjana perlu diikuti dengan komitmen untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, dan memanfaatkan ilmu secara bertanggung jawab. Para lulusan Tadris Bahasa Inggris diharapkan dapat melangkah ke tahap berikutnya dengan percaya diri, menjunjung profesionalisme, dan membawa nilai-nilai keilmuan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di UIN KHAS Jember.
Editor: FRA